Berita dari Pasraman Manikgeni

Ditulis 10 November 2010 oleh manikgeni
Kategori: Uncategorized

Pesraman Dharmasastra Manikgeni yang juga lebih popular dengan sebutan Ashram Manikgeni di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan memiliki Taman Baca dengan ribuan buku. Koleksi buku meliputi cerita anak-anak, cerita untuk remaja, sastra, filsafat, ekonomi, pengetahuan popular, otobiografi, dan tentu saja buku-buku agama dari berbagai lintas agama. Di sini misalnya terdapat kitab Bhagawadgita dengan 12 versi terjemahan, begitu pula buku tentang Weda lainnya. Filsafat dan agama Islam menduduki urutan kedua dalam daftar buku agama, menyusul Kristen, Katolik dan Buddha. Ashram Manikgeni mendapatkan buku itu dengan cara membeli, mendapat sumbangan dari donator dan dari berbagai kalangan.
Jika Anda ingin berpartisipasi untuk melengkapi Taman Baca ini guna mencerdaskan masyarakat pedesaan bisa mengirimkan buku itu langsung ke alamat Ashram Manikgeni, atau Anda bisa mengirimkan dana punia berupa uang dengan cara mentransfer ke rekening BCA No. 049 0379 690 a.n. Putu Setia. Yayasan Dharmasastra Manikgeni akan mengelola dan mempertanggungjawabkan dana itu sebaik-baiknya, untuk kepentingan umat, bangsa dan negara.
Berikut catatan buku yang kami terima pada bulan September 2010.
Dari Arti Foundation Denpasar
1. Bali Dalam Bahasa Politik karya I Nyoman Darma Putra
2. Anjing Bali dan Rabies karya Nyoman Sadra Dharmawan
3. Bali Hohoho kartun karya Gun Gun
4. Konspirasi Media Dengan Kandidat Pilkada karya Gusti Putu Artha
5. Penari Sanghyang kumpulan cerpen karya Mas Ruscitadewi
6. Nalar Rupa Perupa karya Wayan Kun Adnyana
7. Berguru dalam Jejak Sastra karya I Nyoman Tingkat
8. Biaya Upacara Manusia Bali karya Made Sukarsa
Dari Gde Aryantha Soetama, Denpasar
1. Tak Jadi Mati kumpulan cerpen karya Gde Aryantha Soethama
2. Basa Basi Bali kumpulan tulisan karya Gde Aryantha Soethama
3. Dari Bule Jadi Bali kumpulan tulisan karya Gde Aryantha Soethama
4. Daerah Baru kumpulan cerita karya Gde Aryantha Soethama
5. Bali is Bali kumpulan tulisan karya Gde Aryantha Soethama
6. Senja di Candi Dasa novel karya Gde Aryantha Soethama
7. Bali Tikam Bali kumpulan tulisan karya Gde Aryantha Soethama
8. Mandi Api kumpulan cerpen karya Gde Aryantha Soethama
9. Pergolakan Pemikiran Menuju Amandemen UUD 1945 karya I Dewa Gede Palguna
10. Kemiskinan dan Pemiskinan Bali karya bersama Forum Komunikasi Alumni GMNI Bali

Dari Brigjen Pol. (Purn) N. Nadha, Yogyakarta
1. Pencerahan dalam Perjalanan karya Gede Prama
2. The Secret Rahasia karya Rhonda Byme
3. Kisah Tentang Seekor Sapi yang Jujur karya Necy Tanudibya
4. Konsolidasi Perbankan Nasional karya Krisna Wijaya dan Djoko Retnadi
5. 88 Kisah Bijaksana dari Negeri Naga karya Chen Wei An
6. Bertambah Bijak Setiap Hari: 5 Matahari karya Budi S. Tanuwibowo
7. Fight Like A Tiger Win Like A Champion karya Darmadi Darmawangsa dan Imam Munadi
Dari Letjen (Purn) I Putu Soekreta Soeranta, Jakarta
1. Memaknai Hidup, Renungan Rasa Eyukur karya I Putu Soekreta Soeranta
2. Gaya Hidup Sehat karya Prof. Hung Zhao Guang

Dari Djohan Efendi, Jakarta
1. Sang Pelintas Batas biografi Djohan Efendi karya Ahmad Gaus AF
2. 70 Tahun Djohan Efendi karya bersama tokoh lintas agama.

Dari Ngurah Agung, Denpasar
1. Di Kaki Padma Sang Guru Sejati penyunting Adji Mudhita

Dari Majalah Tempo, Jakarta
1. Cari Angin kumpulan tulisan karya Putu Setia
2. 9 dari Nadira novel karya Leila S. Chudori
3. Membongkar Konspirasi di Balik Konflik Maluku karya Semuel Waileruny
4. Soekarno: Paradoks Revolusi Indonesia
5. Hatta: Jejak yang Melampaui Zaman
6. Sjahrir: Peran Besar Bung Kecil
7. Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan

Argha Patra

Ditulis 4 Desember 2009 oleh manikgeni
Kategori: Ritual Hindu

Disusun oleh Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Rekananda
Dilengkapi oleh Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda

Memakai baju: Om, Tang, Mahadewa ya namah.
Akampuh: Om, Ang, Siwa sthiti ya namah. Om Ung Wisnu Sadha Siwa ya namah
Asantog: Om Mam Iswara Paramasiwa ya namah
Mensucikan tempat duduk: Om Isana ya namah. Om Wesnawa ya namah.
Duduk membelakangi pewedan dengan kaki tergantung:
Mencuci kaki: Om, Ang, Khang, Khasolkaya ya namah.
Mencuci tangan: Om, Rah Phat astra ya namah
Berkumur: Om, Ung Rah Phat astra ya namah
Cuci mUka: Om, Waktra parisuddha ya namah. Selanjutnya

Yoga, Kenapa Diharamkan?

Ditulis 29 Oktober 2009 oleh manikgeni
Kategori: Opini

Oleh: Putu Manikgeni Pse

Sejumlah ulama Islam di Mesir beberapa bulan yang lalu melahirkan fatwa tentang pelarangan yoga bagi kaum Muslim. Hal ini diikuti oleh Malaysia yang mengharamkan bagi umat Muslim untuk ikut yoga. Di Indonesia, meski pun tak begitu muncul di permukaan, ada desakah agar Majelis Ulama Islam (MUI) melakukan pengkajian terhadap yoga dan kalau memang bertentangan dengan ajaran Islam supaya MUI mengambil sikap yang tegas. Read the rest of this post »

Blog Pasraman Dharmasastra Manikgeni

Ditulis 29 Oktober 2009 oleh manikgeni
Kategori: Berita Pesraman

Blog Pasraman Dharmasastra Manikgeni diluncurkan dari lereng Gunung Batukaru, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali, untuk ikut memberi sumbangan pada pencerahan umat manusia, khususnya umat seiman yang beragama Hindu, meski pun postingan nanti tak seluruhnya soal Hindu.

Blog ini masih dalam penyempurnaan yang terus-menerus dilakukan, mohon doa restu dan terutama sarannya.

Pengelola blog adalah:
Penasehat: Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda (www.mpuprema.blogspot.com)
Kordinator (non-aktif): Putu Manikgeni Pse (email & facebook: pustakamanikgeni@yahoo.co.id)
Kordinator: I Nyoman Wirya Suniatmaja (www.majalahraditya.wordpress.com)

Misalkan Anda Orang Hindu…

Ditulis 29 Oktober 2009 oleh manikgeni
Kategori: Dharmawacana

Dharmawacana oleh Mpu Jaya Prema Ananda

Misalkan kita dalam perjalanan menuju pura yang jauh dan naik mobil pribadi. Kita membawa sesajen yang berisi ketupat, pisang, dan kue. Lalu di perempatan jalan mobil berhenti karena ada lampu merah. Seorang pengemis dengan muka pucat mengetuk kaca mobil. Ia memberi tanda dirinya haus dan lapar. Apa sikap kita?

– …Lanjutkan…>

TUNTUNAN PAMANGKU DALAM UPACARA WULAN SAPTA HERI (Bulan Pitung dina)

Ditulis 29 Oktober 2009 oleh manikgeni
Kategori: Ritual Hindu

Berikut ini adalah tuntunan atau pegangan pemangku dalam upacara Manusa Yadnya ketika si bayi berumur 42 hari. Karena ritual ini lebih banyak digunakan umat Hindu etnis Bali, banyak bahasa Bali yang belum dialihkan ke bahasa Indonesia, mohon dimaklumi. – … Lanjutkan ….>

TUNTUNAN PAMANGKU DALAM UPACARA OTONAN

Ditulis 29 Oktober 2009 oleh manikgeni
Kategori: Ritual Hindu

Ini adalah tuntunan atau pedoman Pamangku di dalam upacara Manusa Yadnya otonan atau pewetonan. Upacara ini khususnya dilakukan pada umat Hindu di Bali, jadi kalau banyak ada bahasa Bali yang belum dialihkan ke bahasa Indonesia, harap dimaklumi. Read the rest of this post »